Wakaf Sebagai Jalan Reforma Agraria

Reforma agraria di Indonesia menganut model redistributive yang bercorak neo-populisme. Model ini menetapkan sekaligus “batas bawah” dan “batas atas” penguasaan lahan pertanian,sebagaimana diatur dalam UU No. 56 PRP tahun 1960. Sayang, visi transformasi agraria semacam ini, yang ditujukan untuk melahirkan kelas menengah petani yang kuat, tidak kunjung terwujud hingga sekarang. Hal ini tidak terlepas dari desain reforma agraria itu sendiri yang gagal menjawab empat jenis ancaman sebagai berikut: diferensiasi agraria, fragmentasi tanah, penggusuran petani, dan alih fungsi lahan pertanian.

Tulisan ini mengajukan wakaf sebagai terobosan keagamaan untuk menjalankan reforma agraria yang dapat menjawab empat ancaman di atas. Hal ini karena wakaf memungkinkan integrasi empat aspek penataan harta benda wakaf untuk menjalankan reforma agraria secara komprehensif. Tulisan ini juga mengidentifikasi enam jalur pewakafan yang berpotensi besar untuk diperuntukkan bagi pelaksanaan reforma agraria. Bagian akhir tulisan ini menjelaskan bahwa skema wakaf tidaklah terbatas pada umat Islam semata, namun pelaku dan pemanfaatnya dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Berkas ini dapat diunduh melalui tautan sebagai berikut:
2018-WP SAINS-01_Shohibuddin-Wakaf Sebagai Jalan Reforma Agraria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *