Working Paper ini dibuat bertujuan untuk mengelaborasikan kesetimbangan antara tingkat otonomi dan tingkat ketergantungan sebagaimana yang dikenal dalam tradisi Chayanovian. Tradisi tersebut digunakan untuk menganalisis pertanian berbasis keluarga yang secara intensif terlihat setimbang antara tenaga kerja produktif dan jumlah pemakai (consumer) dan kesetimbangan antara pengurasan tenaga kerja dan hasil atau manfaat yang diperoleh. Analisis tersebut telah secara berlanjut diperhitungkan (dan ditakar) sebab penghidupan para petani secara empiris dan historis dipengaruhi oleh sistem produksi kapitalistik baik dalam akses terhadap lahan, bahan-bahan masukan (input) produksi pertanian, dan rezim ketenagakerjaan yang mampu mendukung atau justru sedikit sekali mendukung (menunjang) keluarga petani.

Dukungan sumber-sumber daya yang berasal dari dalam (internal) dan luar (eksternal) dapat diaktualisasikan melalui bagaimana petani memenuhi input produksinya yang terdiri aras para pekerja, pupuk, benih dan lainnya yang bersumber dari dalam atau malah bersumber dari luar. Oleh karenanya, bentuk otonomi dapat diperhitungkan melalui pertanyaan seberapa jauh keluarga ini secara tetap menggantungkan diri terhadap mekanisme pasar.

Working paper merupakan studi awal mengenai penghidupan petani dan tantangannya di dalam ekspansi komodifikasi dan mekanisme pasar. Working paper ini menggabungkan analisis data kuantitatif yang diperoleh (dan dikumpulkan) dari sensus pemerintah (BPS) dan studi meja dari studi terdahulu mengenai petani di Indonesia.

Working Paper ini dapat diperoleh melalui link di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *