Wakaf Sebagai Jalan Reforma Agraria

Wakaf Sebagai Jalan Reforma Agraria Reforma agraria di Indonesia menganut model redistributive yang bercorak neo-populisme. Model ini menetapkan sekaligus “batas bawah” dan “batas atas” penguasaan lahan pertanian,sebagaimana diatur dalam UU No. 56 PRP tahun 1960. Sayang, visi transformasi agraria semacam ini, yang ditujukan untuk melahirkan kelas menengah petani yang kuat, tidak kunjung terwujud hingga sekarang. […]

Read More

Pembangunan Pariwisata dan Perampasan Ruang Hidup Rakyat: KSPN Menjawab Masalahnya Siapa?

Adinugraha AG, Baskoro BC, Hekmatyar V. 2017. Pembangunan Pariwisata dan Perampasan Ruang Hidup Rakyat: KSPN Menjawab Masalahnya Siapa? [Kertas Kerja]. Bogor: Sajogyo Institute. Secara administratif, Desa Ranupani terletak di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, dengan posisi geografis antara 08° 00′ 20.4583″ LS dan 112° 55′ 51.6481″ BT. Penamaan Desa Ranupani merujuk pada keberadaan danau […]

Read More

Ekowisata: Sebuah alternatif krisis sosial-ekologis?

Syam M, Aprillia T, Maulana I. 2017. Ekowisata: Sebuah alternatif krisis sosial-ekologis? [Kertas Kerja] Bogor: Sajogyo Institute. Disaat situasi ekonomi global tak menentu, justru jumlah orang yang berwisata ke luar negeri semakin meningkat. Dalam tahun 2014 terjadi peningkatan sebanyak 5 % dari tahun sebelumnya, dan diperkirakan sebanyak 1.11 milyar orang berpergian untuk kebutuhan melancong ke luar […]

Read More

Di Balik Krisis Agraria dan Ekosistem Kepulauan Seribu: Apakah Wisata Bahari adalah Jawabannya?

Bahri AD, Hamdani A, Wibowo A. 2017. Di Balik Krisis Agraria dan Ekosistem Kepulauan Seribu: Apakah Wisata Bahari adalah Jawabannya? [Kertas Kerja]. Bogor: Sajogyo Institute. Kepulauan Seribu dari beberapa dekade telah mengalami degradasi dan kerusakan ekosistem yang tinggi. Kerusakan tersebut akibat perubahan alat tangkap masyarakat nelayan, semakin menyempitnya wilayah darat-pemukiman bagi masyarakat, limpahan limbah minyak […]

Read More

Desa Kalisari yang Tak Indah Lagi

Jaetuloh A. 2016. Desa Kalisari yang Tak Indah Lagi. Working Paper No.03/2016-WP SAINS.   Banyak yang mengira bahwa masyarakat desa hari ini masih banyak yang bekerja di bidang pertanian, seperti mencangkul, membajak dan juga memanem. Asumsi ini menjadi gambaran umum tentang Desa. Selain kehidupan di bidang pertanian, desa juga dianggap masih memiliki suasana yang asri, […]

Read More

Tanah, antara Kehidupan dan Kehancuran

Pelu ABM. 2016. Tanah, antara Kehidupan dan Kehancuran. Working Paper No.06/2016-WP SAINS. Ruang hidup hancur akibat tanah menjadi barang dagangan, serta bertumbuhnya perusahaan, pabrik-pabrik, yang mengakibatkan masyarakat kehilangan pengetahuan tradisionalnya, budaya, serta kehidupan sosial yang dilandaskan atas nilai kekeluargaan. Menjadi pekerja di perusahaan, sebenarnya seperti diperbudak tetapi pilihan itu sudah tidak bisa dina6kan, karena ketergantungan […]

Read More

Jebakan Ancaman Ekologis di Lebak Selatan

Mulyana. 2016. Jebakan Ancaman Ekologis di Lebak Selatan: Kisah Persaudaraan dan Kebersamaan Ruang Hidup. Working Paper, No.05/2016-WP SAINS Udara sejuk cenderung terasa dingin di kampung Kulantung Tonggoh. Suara burung terdengar jelas di telinga dengan beragam jenis. Pagi sekitar pukul 5 si ema sudah bangun dan saya lihat hampir selesai masak di dapur. Rencananya hari ini […]

Read More

Cerita Dari Sawarna: Catatan Belajar Awal di Lebak

Buamona R. 2016. Cerita Dari Sawarna: Catatan Belajar Awal di Lebak. Working Paper No.01/2016-WP SAINS. Sawarna merupakan sebuah desa pesisir di bagian selatan Lebak, Banten. Desa ini berhadapan langsung dengan laut samudera Hindia. Sebagaimana desa umumnya, desa ini terdiri dari beberapa kampung, antara lain: kampung Babakan Mede, Cipanas, Pojok Asem, Gempol, Cibarengkok, Cikaung, Cibeas, Cisujen, […]

Read More

Sawah Dilingkung Adat Buhun

Hasanul I. 2016. Sawah Dilingkung Adat Buhun. Working Paper No.04/2016-WP SAINS. Masyarakat Karangligar sebenarnya menyadari betapa pentingnya memiliki sawah. Sawah sudah dianggap sebagai tempat makan. Perseteruan di masa lalu dalam hal kepemilikan lahan sawah mulai dari perseteruan dengan para jawara dalam memperebutkan lahan sawah dan sebab-sebab dari pengaruh luar akan memenuhi kebutuhan seperti kebutuhan makan […]

Read More

Nyambut Gae, Serawung, Ngaso dan Upaya Merawat Ruang Hidup

Hamdani A. 2016. Nyambut Gae, Serawung, Ngaso dan Upaya Merawat Ruang Hidup. Working Paper No.02/2016-WP SAINS. Dalam ajaran Sedulur Sikep, waktu dibagi rata menjadi tiga: Nyambut gae (bekerja), Serawung (bersosial), dan Ngaso (istirahat). Pembagian waktu ini sangat penting. Keseimbangan di antara ketiganya perlu diperhatikan. Pembagian waktu yang tidak seimbang akan menurunkan kualitas hidup. Jika salah […]

Read More